Selasa, 04 November 2014

OASE ALAM HIJAU BATURRADEN

Kekayaan alam dan budaya merupakan komponen penting dalam pariwisata di Indonesia. Alam Indonesia memiliki kombinasi iklim tropis, 17.508 pulau yang 6.000 di antaranya tidak dihuni,serta garis pantai terpanjang ketiga di dunia setelah Kanada dan Uni Eropa. Indonesia juga merupakan negara kepulauan terbesar dan berpenduduk terbanyak di dunia. Pantai-pantai di pesisir Jawa dan Bali, Gunung Rinjani di Lombok, dan berbagai taman nasional di Sumatera, serta beberapa pariwisata pegunungan dengan oase alam indah dan hijaunya, merupakan contoh tujuan wisata alam di Indonesia.

Salah satunya adalag kabupaten Banyumas; kabupaten di sudut barat selatan Jawa Tengah ini dikenal sebagai daerah tujuan wisata dengan focus kunjungan wisata Baturraden. Baturraden sebagai fasilitas rekreasi merupakan wilayah pertengahan dari Jakarta atau Bandung ke Yogyakarta. Terletak di lereng Gunung Selamet (3,428 m) kira-kira 14 kilometer dari kota Purwokerto. Kawasan wisata ini memiliki ketinggian kurang lebih antara 500 m sampai 700 m diatas permukaan laut. Daerah ini diberkahi potensi alam berupa sumber air panas Pancuran Telu dan Pancuran Pitu, pemandangan alam pegunungan yang indah, hutan pinus serta udara yang bersih dan sejuk sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan. Baturraden ini juga didukung adanya sarana dan prasarana yang telah tersedia seperti jaringan transportasi umum, terminal, restoran-restoran dan warung-warung, villa-villa dan hotel, serta akomodasi representative lainnya. Sehingga Lokawisata Baturraden layak  ada di daftar kinjungan keluarga di saat liburan untuk menjadi daerah tujuan wisata keluarga yang lebih representative dan interaktif. Lokawisata Baturraden saat ini menempati lahan seluas ± 16,28 Ha (Sumber: Laporan Akhir Perencanaan Teknis Lokawisata Baturraden, Diparta Kab. Banyumas).
Wisata Baturraden terletak di Desa Kemutuk Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas Jawa Tengah, dan berada 14 Km dari Kota Purwokerto. Wisata baturraden juga terkenal dengan legenda Lutung Kasarungnya yang dipercaya sebagai asal muasal nama Baturraden ini.
Disana juga terdapat sebuah komplek wisata yang di dalamnya terdapat beberapa objek wisata yang sangat menarik. Di antaranya adalah Pancuran Pitu, yaitu sebuah pemandian air panas yang mengandung belerang yang berkhasiat menyembuhkan beberapa jenis penyakit, khususnya penyakit kulit.
Ada juga Taman Kaloka Widya Mandala, yaitu sebuah kebun binatang mini sekaligus tempat atau museum untuk menyimpan kerangka – kerangka dari hewan khas Indonesia.
Baturraden merupakan lokasi wisata alam pegunungan, praktis cuacanya pun hangat dan cenderung dingin. Hal tersebut didukung oleh panorama alam pegunungan yang molek, hijau, rindang, dan berudara segar. Sungguh oase alam nan sejuk tanpa polusi udara layaknya di kota-kota. Akan sangat harmonis jika kita berwisata bersama keluarga tercinta.
Di Baturraden juga terdapat beberapa wahana lainnya, seperti kolam renang. Dengan fasilitas yang memadai dan airnya yang kebiru-biruan, wahana ini layak menjadi daftar buruan keluarga-keluarga bahagia.
Akhirnya, penulis sudahi catatan menyenangkan ini, semoga catatan di atas dapat menjadi acuan pariwisata representative bagi keluarga-keluarga Indonesia.
Salah dan khilaf penulis haturkan kata maaf, terima kasih penulis haturkan pula kepada sumber-sumber referensi yang penulis adopsi. Pun kepada pihak penyelenggara sayembara penulisan ini; ASIA WISATA, semoga tetap jaya, sentosa, berkibar selalu di bumi nusantara.
Muhammad Ulil Albab, Brebes, 04 November 2014.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar